Australian Warship Indonesian Waters Enter Without Permission

Tuesday, January 7, 2014 | 12:11
Suara Pembaruan
Googe Translation

[KUPANG] Australian warships entering the Homeland occurred again since Thursday (12.19.13) War of the past three vessels belonging to the navy marines entered Australian waters Rote when herded the immigrants who enter Australia. The Australian warship in waters freely across Rote, unattended Indonesian Armed Forces (TNI) Navy (Navy).

It was discovered after police Resort Rote Nao back to secure 45 illegal immigrants stranded in Hamlet Village kakaek Lenupetu District of New Beach on Monday (6/1). Based on information gathered journalists from immigrants spokesman Yusuf Ibrahim (28) in Rote Ndao Mapolres known that they were being led by the Australian Navy marines using three war ships and six spead boad to enter the territorial waters of Rote, NTT - Indonesia.

Not only that these immigrants even show evidences in the form in which the SSN in the tool indicates that the ship belongs War Austraia Marines had entered the territorial waters around seven Mill Rote Rote Island from the mainland

Yusuf Ibrahim was also telling, they had to survive in the Australian border - RI for one and a half days, while there they were treated humanely by the marines, by not feeding but only given a drink and even some of his tortured under way into the engine room and forced memegag ship engine exhaust, consequently to four colleagues suffered burns on the palm of the hand and the other colleagues kicked up mengaami section bruises thigh and left arm.

"Four of our fellow Australian soldiers tortured by the way is inserted into the machine room and forced to hold the engine exhaust causing burns section of the palm, while the other man kicked and caused bruises thigh section and the left arm, said Joseph.

Meanwhile police chief Adjunct Senior Commissioner Rote Ndaonese Hidayat, told reporters when confirmed, the immigrants departed from Kendari Island on December 21, 2013 and arrived in Australia on January 1, 2014, after entering Australian territory immigrants intercepted and escorted out using war ships.

Police officers are aware of the discovery of the immigrants move to the location immediately and directly securing the immigrants to Mapolres Rote Ndao.

According to the plan of the immigrants will be dispatched to the immigration class II kupang, Tuesday (7/1) use the services of the Maritime Exspres crossing. To note 45 to the immigrants who had secured them Male 36 Female 9 people. 2 Nigerian citizen, Sudanese 9, 28 Somalia, Egypt 3, Yemen 1, Gana 1, Lebanon 1 while the skipper and crew managed to escape and while in pursuit by police officers Resort Rote Ndao. (Josh).

X-URL: http://translate.google.com.au/translate?hl=en&sl=id&u=http://www.suarapembaruan.com/home/kapal-perang-australia-masuki-perairan-indonesia-tanpa-izin/47547&prev=/search%3Fq%3DKapal%2BPerang%2BAustralia%2BMasuki%2BPerairan%2BIndonesia%2BTanpa%2BIzin%26sa%3DN%26biw%3D1280%26bih%3D878

Kapal Perang Australia Masuki Perairan Indonesia Tanpa Izin
Selasa, 7 Januari 2014 | 12:11
Suara Pembaruan

[KUPANG] Kapal perang Australia memasuki wilayah NKRI kembali terjadi sejak Kamis, (19/12/13) silam tiga kapal Perang milik marinir angkatan laut Australia memasuki wilayah perairan Rote saat menggiring para imigran yang memasuki wilayah Australia. Kapal perang Australia tersebut dengan bebas melintasi di perairan Rote, tanpa pengawasan Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan Laut (AL).

Hal itu diketahui setelah aparat kepolisian Resort Rote Nao kembali mengamankan 45 imigran gelap yang terdampar di Dusun kakaek Desa Lenupetu Kecamatan Pantai Baru, Senin, (6/1). Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari Jurubicara para imigran Yusuf Ibrahim (28) di Mapolres Rote Ndao diketahui bahwa mereka digiring oleh marinir AL Australia menggunakan tiga buah kapal Perang dan enam buah Spead Boad hingga memasuki wilayah perairan Rote, NTT - Indonesia.

Tidak hanya itu para imigran tersebut bahkan menunjukan alat bukti berupa JPS dimana dalam alat tersebut menunjukan bahwa kapal Perang milik marinir Austraia telah memasuki wilayah perairan Rote sekitar tujuh Mill dari daratan Pulau Rote

Yusuf Ibrahim juga mengisahkan, mereka sempat bertahan di perbatasan Australia – RI selama satu setengah hari, selama berada disana mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh para marinir tersebut, dengan tidak memberi makan melainkan hanya diberi minum bahkan beberapa rekannya disiksa dengan cara dibawah kedalam ruang mesin dan dipaksa memegag kenalpot mesin kapal, akibatnya ke empat rekannya mengalami luka bakar pada bagian telapak tangan dan satu rekan lainnya di tendang hingga mengaami luka lebam dibagian paha dan lengan kiri.

“Empat rekan kami di siksa oleh tentara Australia dengan cara dimasukan kedalam ruangan mesin dan dipaksa memegang kenalpot mesin sehingga mengakibatkan luka bakar dibagian telapak tangan, sedangkan satu orang lainya ditendang dan mengakibatkan luka lebam dibagian paha dan lengan bagian kiri, ungkap Yusuf.

Sementara itu kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, para imigran tersebut berangkat dari Pulau Kendari pada tanggal 21 Desember 2013 dan tiba di Australi pada tanggal 1 Januari 2014, setelah memasuki wilayah Australia para imigran dihadang dan digiring keluar menggunakan kapal Perang.

Aparat kepolisian yang mengetahui adanya penemuan imigran tersebut langsung bergerak ke lokasi dan langsung mengamankan para imigran tersebut ke mapolres Rote Ndao.

Menurut rencana para imigran tersebut akan di berangkatkan ke imigrasi kelas II kupang, Selasa, (7/1) menggunakan jasa penyebrangan Exspres Bahari. Untuk diketahui ke 45 imigran yang berhasil diamankan diantaranya Laki-laki 36 orang Perempuan 9 orang. Warga Negara Nigeria 2 orang, Sudan 9 orang, Somalia 28 orang, Mesir 3 orang, Yaman 1 orang, Gana 1 orang, Libanon 1 orang sementara itu juragan dan ABK berhasil meloloskan diri dan sementara dalam pengejaran oleh aparat Kepolisian Resort Rote Ndao. (Yos).

X-URL:http://www.suarapembaruan.com/home/kapal-perang-australia-masuki-perairan-indonesia-tanpa-izin/47547

Back to sievx.com